Sunday, January 18, 2015

DAKWAH BIL QOLAM

        Berdakwah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi kaum muslim, yang dimana harus adanya seseorang muslim untuk menyebar luaskan ajaran Islam yang telah di ajarkan oleh Rosulullah. Adapun cara atau metode Dakwah yang harus di pelajari sebelum merujuk langsung ke lapangan atau masyarakat, itu semua demi kelancaran dan keefektifan proses berdakwah. Yang pertama ada dakwah bil lisan, yaitu berdakwah melalui lisan ataupun ucapan. Yang kedua dakwah bil qolam, yaitu dakwah yang dilakukan melalui goresan pena ataupun melalui tulisan. Dan yang ketiga ada dakwah bil hal, yaitu berdakwah yang dilakukan melalui perbuatan ataupun contoh yang baik kepada muslim lainya. Sehubung dengan perkembangan zaman, metode atau cara menyampaikan dakwah menjadi bertambah, tidak hanya dengan tiga metode diatas tetapi ada dakwah dengan media cetak, media massa, dakwah melalui internet, dll. Tapi yang akan dibahas untuk makalah ini adalah dakwah bil qolam. Yang dimana akan mengungkap berbagai hal yang ada dalam rumusan masalah 
 1. Pengertian Dakwah Bil Qolam “Da’wah Bil Qolam” mungkin masih terasa asing di telinga banyak orang, tidak seperti istilah “Da’wah Bil Lisan” dan “Da’wah Bil Hal”. Penggunaan nama “Qolam” merujuk kepada firman Allah SWT, “Nun, perhatikanlah Al-Qalam dan apa yang dituliskannya” (Q.S. Al-Qolam:1). Maka, jadilah dakwah bil qolam sebagai konsep “dakwah melalui pena”, yaitu dengan membuat tulisan. Didalam dakwah bil qolam biasanya juga ada penyisipan dari ayat-ayat dari Al-Qur’an, dan itu menjadikan para pembacanya mendapatkan pahala dan pembuat karyanya pun juga dapat pahala dari pembacaan ayat tersebut. Dari Ibn Mas’ud r.a. berkata: Rosulullah s.a.w bersabda: “siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka mendapat hasanat dan tiap hasanat mempunyai pahala berlipat sepuluh kali. Saya tidak berkata: alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf.” Dan itu secara tidak langsung penulis mendapatkan pahala pula karena telah memberikan persanadan pahala dari sang pembaca. 2. Bentuk-bentuk Dakwah Bil Qolam Berbagai macam atau bentuk dakwah bil qolam dengan variasi yang berbeda-beda, yang dimana ada suatu kriteria pada masing-masing bentuk untuk menuangkan dan penyajian isi dari dakwah sendiri. Dalam metode dakwah bil qolam ada berbagai bentuk, diantaranya: 
a. Melalui tulisan Di dalam bentuk tulisan ini adalah metode berdakwah dengan bil qolam paling mendasar, dimana para penulis (‘ulama, kyai, dan para pengarang kitab) menyajikan dalam bentuk seperti kitab kuning dan berbagai kitab karangan untuk dipelajari dan di kaji oleh para pelajar, santri maupun yang lainya. Mengingat wahyu yang diturunkan kepada Rosulullah yang memerintahkan untuk “bacalah” maka diadakanya suatuperintah untuk menulis sesuatu tentang islam dan hukum-hukum yang ada dalam Al-Quran supaya dapat di baca para khalayak yang luas. 
b. Melalui media cetak Penyajian dakwah bil qolam menjadi berkembang dan menjadi suatu karangan yang tetap sehingga dalam karangan yang pertama hanya berbentuk tulisan yang hanya dipelajari dalam kajian, dalam media cetak ini sudah disajikan dengan bahasa yang sudah mudah untuk dipelajari. Seperti buku Riadhus Sholihin yang sekarang ada terbitan dalam bentuk terjemah. sehingga siapa saja dapat diterima dengan mudah kepada pembacanya. 
c. Internet Dengan seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman. Seakan penyajian dakwah dapat berkembang didalam berbagai penjuru. Melalui internet semua yang tertulis didalamnya akan bisa diterima oleh pembacanya dimanapun mereka berada. Dan banyaknya jejaring sosial yang sangat mendukung untuk menuangkan dan menyajikan suatu tulisan yang terdapat islamisasi atau metode dakwah dapat ditemui seperti jejaring facebook, twitter, worldpress, blogger maupun yang lainya. 
Dakwah bil qolam merupakan metode dakwah yang mempunyai keefektifan dalam penyampaian untuk para khalayak luas. Para jurnalistik mendisain dengan sedemikian sehingga para pembaca suatu majalah, surat kabar, ataupun karya tulis lainnya dapat dimasuki unsur-unsur islam ataupun dakwah yang berupa tulisan meskipun beberapa orang tidak tertarik dalam membaca tetapi itu tidak menutup kemungkinan semua orang tidak suka membaca. Memang semua cara atau metode yang digunakan untuk berdakwah pasti ada kekurangan, maka dari itu dakwah bil qolam melengkapi metode dakwah yang lainnya seperti dakwah bil lisan da dakwah bil hal. Dalam penyampaian dakwah pun tidak semua harus mempunyai nama di khalayak luas terlebih dahulu, yang terpenting adalah isi pesan yang telah di paparkan dalam suatu dakwah.