Sejarah Sosiologi Komunikasi menempuh dua jalur. Bahwa
kajian dan sumbangan pemikiran auguste comte, durkheim, talcott parson dan
robert K. Merton merupakan sumbangan paradigma fungsional bagi lahirnya teori
komunikasi yang beraliran
struktural-fungsional. Sedangkan sumbangan-sumbangan pemikiran karl
marxs dan habermas menyumbangkan paradigma konflik bagi lahirnya teori2 kritis
dalam kajian komunikasi. Sosiologi sejak semua telah menaruh perhatian pada
masalah-masalah yang ada hubungan dengan interaksi sosial antara seseorang dan
orang lainnya. Apa yang di sebutkan oleh comte dengan "social
dynamic", "kesadaran kolektif" oleh Durkheim dan "interaksi
sosial" oleh max serta "tindakan komunikatif" dan "teori
komunikasi" oleh habermas adalah awal mula lahirnya perspektif sosiologi
komunikasi. Saat ini perspektif teoritis mengenai sosiologi komunikasi bertumpu
pada fokus kajian sosiologi mengenai interaksi sosial dan semua aspek yg
bersentuhan dengan fokus kajian tersebut. Narwoko dan suyanto (2004:16)
mengatakan bahwa kajian tentang interaksi sosial di syaratkan adanya fungsi2
komunikasi yang lebih dalam, seperti adanya kontak sosial dan komunikasi.
Konsep
penting yang berhubungan dengan sosiologi komunikasi.
1.
Sosiologi
Sosiologi berasal dari kata socius , dalam bahasa latin yang berarti
teman, kawan. Berkembang lagi menjadi kata sosial, artinya berteman, bersama,
berserikat. Secara khusus kata sosial maksudnya adalah hal-hal mengenai
berbagai kejadian dalam masyarakat yaitu persekutuan manusia, dan selanjutnya
dengan pengertian itu untuk dapat berusaha mendatangkan perbaikan dalam
kehidupan bersama.(shadily, 1993:1-2) Pitirin sorokin(soekanto,2003:19)
mengemukakan sosiologi adalah suatu ilmu yg mempelajari:
a.
Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala2 sosial.
b.
Hubungan dengan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala
nonsosial.
c. Ciri-ciri
umum semua jenis gejala2 sosial.
2.
Community
Masyarakat sebagai objek sosiologi beberapa pengertian
di buat oleh Ralph Linton(soekanto, 2003:24) masyarakat merupakan sekelompok
manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama, sehingga mereka dapat
mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial
dengan batas-batas yang di rumuskan dengan jelas.
3.
Teknologi Telematika
Istilah ini mulai populer di akhir dekade 70-an.
Menurut Oxford (1995), teknologi informasi adalah studi/penggunaan peralatan
elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisis dan
mendristibusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar.
»Secara
garis besar Teknologi Informasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian;
perangkat lunak dan perangkat keras.
4.
Communication
Onong Uchyana mengatakan, bahwa komunikasi sebagai
proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran/ perasaan
oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran merupakan
gagasan, informasi, opini, dll yang muncul dari benaknya. Perasaan berupa
keyakinan, kepastian, keraguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan
dan semacamnya yang timbul dari lubuk hati. (Uchyana,2002:11)
Sosiologi Komunikasi
Menurut Soejono Soekamto (Soekanto,1992:471),
sosiologi komunikasi merupakan kekhususan sosiologi dalam mempelajari interaksi
sosial yaitu suatu hubungan/komunikasi yang menimbulkan proses saling
mempengaruhi antar individu, antar kelompok maupun individu dengan kelompok.
Menurut Soekanto, sosiologi komunikasi juga ada kaitanya dengan public speaking
yaitu bagaimana berbicara kepada publik. Sedangkan komunikasi dadalam
masyarakat di bagi menjadi 5 jenis :
1.
Komunikasi individu dengan individu
2.
Komunikasi kelompok
3.
Komunikasi organisasi
4.
Komunikasi sosial
5.
Komunikasi massa