Pada dasarnya,
manusia diciptakan atau dilahirkan untuk memahami mengapa meraka hidup di alam ini. Yang dimana kehidupan yang
belum jelas arahnya untuk aktifitas ke dunia yang serba semrawut ini, yang disangka hanyalah mengikuti orang-orang yang
menurutnya itu baik dimatanya. Terkadang pula, ketika melihat orang yang di
kategorikan menjadi idolanya hingga ditiru gaya hidupnya itu sedang mengalami
jatuh dan mengetahui kekurangan orang tersebut, maka kebanyakan dari manusia itu akan beranggapan berbeda dengan apa
yang dirasakan pada waktu ia mengidolakannya.
Pembahasan yang akan dipaparkan disini merupakan salah
satu unek-unek atau pikiran yang ada di dalam diri seseorang mengenai dirinya
sendiri untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Mengapa seseorang haus
hidup bermasyarakat? Yang jelas manusia di lahirkan memang mempunyai keturunan
sosialisasi terhadap orang lain dan dimana seseorang pun masih memerlukan orang
lain untuk saling tolong menolong, karena mustahil lah ketika seseorang tidak
memerlukan bantuan dari seseorang. Dan dari itu menjadikan manusia harus
berpikir untuk kehidupan kedepannya kearah mana mereka yang harus ditempuh dan
kearah mana yang harus dilewati supaya jalan yang diambil merupakan arah yang
yang benar-benar di inginkan, dengan kata lain untuk membentuk kepribadian seseorang
untuk hidup bermasyarakat.
Manusia
memang memerlukan sosialisasi di masyarakat, namun manusia juga memerlukan
kesendirian atau waktu untuk merenung dan terhadap dirinya sendiri. Pada saat
ia merenung itulah mereka mencari sosok dirinya sendiri tersebut dan memahami
siapa sebenarnya dirinya itu.
Berbagai
macam cara manusia untuk mengetaui dirinya sebenarnya dan asal muasal mereka di
lahirkan. Dan ada pula yang mareka masih tahap kebingungan untuk menentukan tujuan
hidup yang sebenarnya di kehidupan ini. Orang berpikir ketika ia menemukan
sesuatu yang menurutnya membuat nyaman dan betah di dalamnya, maka orang itu
mengagap bahwa disitulah titik hidupnya, yang menganggap dirinya sudah
menemukan tujuan hidupnya.
Pada
dasarnya, manusia menemukan sebuah prinsip hidup itu yang mereka temukan
sendiridalam kenyamanan tersebut. Dan perkembangan prinsip itu dimasuki oleh
beberapa prinsip dari berbagai golongan manusia yang lain. Dan perkembangan
atau pemantapan prinsip itu tejadi karena mereka mengetahui prinsip-prinsip
yang ada di dalam kehidupanya. Mereka mengambil prinsip orang lain untuk lebih
mengetahui prinsipnya sendiri. Maka dari itu, prinsip sseorang itu merupakan
duplikat dari orang ain yang disamarkan. Tentunya prinsip hidup yang ada,
memang harus di selaraskan dengan prinsip oranga lain dan menimbulkan
kepribadian yang paten. Seiring berjalannya waku, manusia akan mendapatkan
prinsip yang memang benar-benar mereka akan tekuni dan menjadi terapan mereka.