Secara
etimologis, filsafat diambil dari bahasa Arab, falsafah berasal dari
bahasa Yunani, Philosophia, kata majemuk yang berasal dari kata Philos yang
artinya cinta atau suka, dan kata Sophia yang artinya bijaksana.
Dengan demikian secara etimologis, filsafat memberikan pengertian cinta
kebijaksanaan.
Konsep
filsafat yang ditawarkan oleh Karl Marx mempunyai dampak yang sangat besar bagi
perkembangan ilmu pengetahuan, sejarah pemikiran modern, kebudayaan, seni,
bahkan filsafat. Begitu banyak hal yang ia tawarkan mulai dari pemikirannya
tentang alienasi, filsafat pekerjaan, materialism historis, hingga komunisme.
Seperti yang diketahui bersama, lewat tulisan tulisannya, Marx sebenarnya
menolak usaha usaha yang bersifat moralis belaka.
Sosialisme
Marx berdasarkan pada penelitian syarat-syarat obyektif perkembangan
masyarakat. Marx menolak pendasaran sosialisme pada pertimbangan-pertimbangan
moral. Menurutnya sosialisme terwujud bila syarat-syarat obyektif penghapusan
hak milik pribadi atas alat-alat produksi terpenuhi dan keadaan tersebut harus
diciptakan.
Hukum
dasar perkembangan masyarakat ialah bahwa produksi kebutuhan-kebutuhan material
manusia menentukan bentuk masyarakat dan pengembangannya. Fakta sederhana itu
ialah bahwa manusia pertama-tama harus makan, minum, bertempat tinggal, dan
berpakaian. Setelah itu baru mereka melakukan kegiatan politik, ilmu
pengetahuan, seni, agama, dan seterusnya. Jadi, produksi nafkah hidup material
bersifat langsung. Dengan demikian tingkat perkembangan ekonomis sebuah
masyarakat atau jaman menjadi dasar dari bentuk-bentuk kenegaraan,
pandangan-pandangan hukum, seni, dan bahkan perkembangan pandangan-pandangan
religius orang-orang yang bersangkutan. Dan itu beberapa pemikiran marx tentang
filsafat kehidupan dan kebutuhan.
Filsafat
di dalam agama mendasarkan bahwa pada filsafat itu otoritas akal murni secara
bebas dalam penyelidikan terhadap kenyataan dan pengalaman terutama dikaitkan
dengan kehidupan manusia, sedangkan agama mendasarkan pada wahyu.
Menurut
Prof. Nasroen,S.H. mengemukakan bahwa filsafat yang sejati haruslah berdasarkan
pada agama.apabila filsafat tidak berdasarkan pada agama dan filsafat hanya
semata-mata berdasarkan atas akal pikiran saja. Maka filsafat tersebut tidak
akan memuat kebenaran objektif karena yang memberikan penerangan dan putusan
adalah akal pikiran. Sedangkan kesanggupan akal pikiran terbatas,sehingga
filsafat yang hanya berdasarkan pada akal pikiran semata-mata akan tidak
sanggup memberi kepuasan bagi manusia, terutama dalam rangka pemahamannya
terhadap yang ghaib. maka dari itu dapatlah dipahami hubungan dan perbedaan
antara filsafat dan agama sebagai berikut:
a. Filsafat
merupakan suatu usaha manusia untuk mendapatkan suatu kebenaran yang
hakiki, melalui akal budinya dengan segala kemampuan batiniyah,baik yang
menyangkut hal-hal bersifat fasis maupun nonfisis, baik yang menyangkut manusia
maupun alam semesta dengan segala permasalahannya.
b. Filsafat
dengan persamaan tersebut terdapat suatu perbedaan yaitu filsafat berpangkat
tolak pada akal budi beserta seluruh potensi batiniyah manusia adapun agama
kebenarannya bersumber pada wahyu Tuhan adapun manusia hanya menerima dengan
suatu iman dan ketaqwaan.
c. Filsafat
bersifat rasional,komprehensif, dan sistematis yang terbatas pada kebenaran
secara akal budi manusia.adapun agama tidak dapat dikenakan sistem kebenaran
yang mengunakan hukum-hukum akal manusia.maka agama hanya mampu dipahami dengan
hanya hukum tuhan.
Dalam
perjalanan islam selama 15 abad ada fase dimana filsafat islam bisa dibilang
mencapai puncak kejayaan, yaitu pada abad ke 7-12, para ahli pikir islam
merenungkan kedudukan manusia didalam hubunganya terhadap sesama, dengan alam.
Mereka berfikir secara sistematis dan analitis serta kritis sehingga lahirlah
filusuf islam yang mempunya kemampuan tinggi karna kebijaksanaanya.namun
demikian tidak semua ulama’ islam sepakat dengan adanya filsafat islam islam,
mereka yang tidak sependapat dengan filsafat islam beralasan bahwa “ adanya
filsafat islam dianggap bid’ah dan menyesatkan”
1. Pembagian
Aliran pemikiran filsafat islam
a) Periode
mu’tazilah
b) Periode
filsafat pertama
c) Periode
kalam As’ary
d) Periode
filsafat kedua
Achmadi,
Asmoro. 2001. Filsafat Umum. Jakarta : PT. Raja Grafindo.
Magnis-Suseno,
Frans, 2003. Pemikiran Karl Marx Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan
Revisionisme. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.