"Alhamdulillah" kata yang pertama diucapkan oleh Mbah Podo (kerap dipanggilnya) sesepuh desa Jaten (9/3), Mojo, Andong, Boyolali yang dapat selamat dari naas runtuhnya rumahnya tersebut, meskipun dengan sedikit luka pada tubuhnya dibagian lutut dan kepala. Kejadian itu terjadi pada Sabtu malam (31/12) pada pukul 19.00 wib, namun kejadian itu diketahui oleh warga sekitar pukul 19.43 wib dikarenakan jauhnya rumah dari keramaian warga Jaten dan juga ada acara nikahan di Rt itu juga. "Aku ditakoni Pakdhe Gudel, kok dengaren omahe mbahku petengan, yowes tak parani jebule malah omahe ambruk" tutur Muhtakul kepada warga. Cucu Mbah Podo (muhtakul) yang mengetahui pertama kejadian tersebut melihat kakeknya sudah berada diatas atapnya yang runtuh dan segera mengevakuasi kerumah sebelahnya (rumah anaknya) dan segera mengobatinya.
Sepintas mengetahui kabar tersebut, warga berempati terhadap kejadian itu dan segera bergegas mendatangi lokasi kejadian. "Aku krungu koyo omah ambruk, terus aku nggoleki neng mburi omahku tak kiro gubuk mburi omahku ambruk, ambi tak sentar senteri tapi ra nemu kejadian kui, malah etuk kabar jare omahe Mbah Podo ambruk" kata Agus, salah satu warga yang mendatangi lokasi.
Mbah Podo merasa syukur sekali dengan keselamatan dirinya, karena bisa bangkit dari reruntuhan rumahnya "aku mau iseh turon neng amben mburi ngerti-ngerti ambruk, sirahku iki mau seng rodok loro ketiban gebyok" tutur Mbah Podo ketika ditanya. Memang rumah Mbah Podo itu sebelumnya sudah doyong karena termasuk rumah tua dan belum direnovasi.
(Mahfudz/Minggu, 01 Januari 2017/Boyolali)
No comments:
Post a Comment
up to you