Showing posts with label komunikasi. Show all posts
Showing posts with label komunikasi. Show all posts

Wednesday, May 20, 2015

sosiologi komunikasi

Sejarah Sosiologi Komunikasi menempuh dua jalur. Bahwa kajian dan sumbangan pemikiran auguste comte, durkheim, talcott parson dan robert K. Merton merupakan sumbangan paradigma fungsional bagi lahirnya teori komunikasi yang beraliran  struktural-fungsional. Sedangkan sumbangan-sumbangan pemikiran karl marxs dan habermas menyumbangkan paradigma konflik bagi lahirnya teori2 kritis dalam kajian komunikasi. Sosiologi sejak semua telah menaruh perhatian pada masalah-masalah yang ada hubungan dengan interaksi sosial antara seseorang dan orang lainnya. Apa yang di sebutkan oleh comte dengan "social dynamic", "kesadaran kolektif" oleh Durkheim dan "interaksi sosial" oleh max serta "tindakan komunikatif" dan "teori komunikasi" oleh habermas adalah awal mula lahirnya perspektif sosiologi komunikasi. Saat ini perspektif teoritis mengenai sosiologi komunikasi bertumpu pada fokus kajian sosiologi mengenai interaksi sosial dan semua aspek yg bersentuhan dengan fokus kajian tersebut. Narwoko dan suyanto (2004:16) mengatakan bahwa kajian tentang interaksi sosial di syaratkan adanya fungsi2 komunikasi yang lebih dalam, seperti adanya kontak sosial dan komunikasi.

Konsep penting yang berhubungan dengan sosiologi komunikasi.
1. Sosiologi
Sosiologi berasal dari kata  socius , dalam bahasa latin yang berarti teman, kawan. Berkembang lagi menjadi kata sosial, artinya berteman, bersama, berserikat. Secara khusus kata sosial maksudnya adalah hal-hal mengenai berbagai kejadian dalam masyarakat yaitu persekutuan manusia, dan selanjutnya dengan pengertian itu untuk dapat berusaha mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama.(shadily, 1993:1-2) Pitirin sorokin(soekanto,2003:19) mengemukakan sosiologi adalah suatu ilmu yg mempelajari:
a. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala2 sosial.
b. Hubungan dengan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial.
c. Ciri-ciri umum semua jenis gejala2 sosial.

2. Community
Masyarakat sebagai objek sosiologi beberapa pengertian di buat oleh Ralph Linton(soekanto, 2003:24) masyarakat merupakan sekelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama, sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang di rumuskan dengan jelas.

3. Teknologi Telematika
Istilah ini mulai populer di akhir dekade 70-an. Menurut Oxford (1995), teknologi informasi adalah studi/penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisis dan mendristibusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar.
»Secara garis besar Teknologi Informasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian; perangkat lunak dan perangkat keras.

4. Communication
Onong Uchyana mengatakan, bahwa komunikasi sebagai proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran/ perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran merupakan gagasan, informasi, opini, dll yang muncul dari benaknya. Perasaan berupa keyakinan, kepastian, keraguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan dan semacamnya yang timbul dari lubuk hati. (Uchyana,2002:11)

Sosiologi Komunikasi
Menurut Soejono Soekamto (Soekanto,1992:471), sosiologi komunikasi merupakan kekhususan sosiologi dalam mempelajari interaksi sosial yaitu suatu hubungan/komunikasi yang menimbulkan proses saling mempengaruhi antar individu, antar kelompok maupun individu dengan kelompok. Menurut Soekanto, sosiologi komunikasi juga ada kaitanya dengan public speaking yaitu bagaimana berbicara kepada publik. Sedangkan komunikasi dadalam masyarakat di bagi menjadi 5 jenis :
1. Komunikasi individu dengan individu
2. Komunikasi kelompok
3. Komunikasi organisasi
4. Komunikasi sosial
5. Komunikasi massa

Sunday, January 18, 2015

DAKWAH BIL QOLAM

        Berdakwah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi kaum muslim, yang dimana harus adanya seseorang muslim untuk menyebar luaskan ajaran Islam yang telah di ajarkan oleh Rosulullah. Adapun cara atau metode Dakwah yang harus di pelajari sebelum merujuk langsung ke lapangan atau masyarakat, itu semua demi kelancaran dan keefektifan proses berdakwah. Yang pertama ada dakwah bil lisan, yaitu berdakwah melalui lisan ataupun ucapan. Yang kedua dakwah bil qolam, yaitu dakwah yang dilakukan melalui goresan pena ataupun melalui tulisan. Dan yang ketiga ada dakwah bil hal, yaitu berdakwah yang dilakukan melalui perbuatan ataupun contoh yang baik kepada muslim lainya. Sehubung dengan perkembangan zaman, metode atau cara menyampaikan dakwah menjadi bertambah, tidak hanya dengan tiga metode diatas tetapi ada dakwah dengan media cetak, media massa, dakwah melalui internet, dll. Tapi yang akan dibahas untuk makalah ini adalah dakwah bil qolam. Yang dimana akan mengungkap berbagai hal yang ada dalam rumusan masalah 
 1. Pengertian Dakwah Bil Qolam “Da’wah Bil Qolam” mungkin masih terasa asing di telinga banyak orang, tidak seperti istilah “Da’wah Bil Lisan” dan “Da’wah Bil Hal”. Penggunaan nama “Qolam” merujuk kepada firman Allah SWT, “Nun, perhatikanlah Al-Qalam dan apa yang dituliskannya” (Q.S. Al-Qolam:1). Maka, jadilah dakwah bil qolam sebagai konsep “dakwah melalui pena”, yaitu dengan membuat tulisan. Didalam dakwah bil qolam biasanya juga ada penyisipan dari ayat-ayat dari Al-Qur’an, dan itu menjadikan para pembacanya mendapatkan pahala dan pembuat karyanya pun juga dapat pahala dari pembacaan ayat tersebut. Dari Ibn Mas’ud r.a. berkata: Rosulullah s.a.w bersabda: “siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka mendapat hasanat dan tiap hasanat mempunyai pahala berlipat sepuluh kali. Saya tidak berkata: alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf.” Dan itu secara tidak langsung penulis mendapatkan pahala pula karena telah memberikan persanadan pahala dari sang pembaca. 2. Bentuk-bentuk Dakwah Bil Qolam Berbagai macam atau bentuk dakwah bil qolam dengan variasi yang berbeda-beda, yang dimana ada suatu kriteria pada masing-masing bentuk untuk menuangkan dan penyajian isi dari dakwah sendiri. Dalam metode dakwah bil qolam ada berbagai bentuk, diantaranya: 
a. Melalui tulisan Di dalam bentuk tulisan ini adalah metode berdakwah dengan bil qolam paling mendasar, dimana para penulis (‘ulama, kyai, dan para pengarang kitab) menyajikan dalam bentuk seperti kitab kuning dan berbagai kitab karangan untuk dipelajari dan di kaji oleh para pelajar, santri maupun yang lainya. Mengingat wahyu yang diturunkan kepada Rosulullah yang memerintahkan untuk “bacalah” maka diadakanya suatuperintah untuk menulis sesuatu tentang islam dan hukum-hukum yang ada dalam Al-Quran supaya dapat di baca para khalayak yang luas. 
b. Melalui media cetak Penyajian dakwah bil qolam menjadi berkembang dan menjadi suatu karangan yang tetap sehingga dalam karangan yang pertama hanya berbentuk tulisan yang hanya dipelajari dalam kajian, dalam media cetak ini sudah disajikan dengan bahasa yang sudah mudah untuk dipelajari. Seperti buku Riadhus Sholihin yang sekarang ada terbitan dalam bentuk terjemah. sehingga siapa saja dapat diterima dengan mudah kepada pembacanya. 
c. Internet Dengan seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman. Seakan penyajian dakwah dapat berkembang didalam berbagai penjuru. Melalui internet semua yang tertulis didalamnya akan bisa diterima oleh pembacanya dimanapun mereka berada. Dan banyaknya jejaring sosial yang sangat mendukung untuk menuangkan dan menyajikan suatu tulisan yang terdapat islamisasi atau metode dakwah dapat ditemui seperti jejaring facebook, twitter, worldpress, blogger maupun yang lainya. 
Dakwah bil qolam merupakan metode dakwah yang mempunyai keefektifan dalam penyampaian untuk para khalayak luas. Para jurnalistik mendisain dengan sedemikian sehingga para pembaca suatu majalah, surat kabar, ataupun karya tulis lainnya dapat dimasuki unsur-unsur islam ataupun dakwah yang berupa tulisan meskipun beberapa orang tidak tertarik dalam membaca tetapi itu tidak menutup kemungkinan semua orang tidak suka membaca. Memang semua cara atau metode yang digunakan untuk berdakwah pasti ada kekurangan, maka dari itu dakwah bil qolam melengkapi metode dakwah yang lainnya seperti dakwah bil lisan da dakwah bil hal. Dalam penyampaian dakwah pun tidak semua harus mempunyai nama di khalayak luas terlebih dahulu, yang terpenting adalah isi pesan yang telah di paparkan dalam suatu dakwah.